Darwin Nunez Dibekukan di Arab Saudi dan Mendapat Kritikan Pedas

Darwin Nunez Dibekukan di Arab Saudi dan Mendapat Kritikan Pedas

Darwin Nunez yang hijrah dari Liverpool ke Al Hilal pada musim panas lalu kini menghadapi situasi tak terduga. Penyerang asal Uruguay ini awalnya dipandang sebagai tambahan berkelas untuk klub Arab Saudi tersebut.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE

LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Transfer senilai 46 juta paun ditambah bonus membuat banyak pihak menaruh harapan tinggi kepadanya. Nunez sempat memulai dengan baik, mencetak tiga gol dalam empat penampilan awalnya, membantu Al Hilal menjaga catatan belum terkalahkan di liga domestik.

Namun, semuanya berubah ketika kepindahan ke Fenerbahce pada Januari gagal terwujud. Nunez kemudian dicoret dari skuad liga untuk sisa musim, membatasi kesempatan bermainnya hanya di Liga Champions Asia dan final Piala Raja.

Gus Poyet Beri Penjelasan Tentang Situasi Nunez

Legenda Uruguay, Gus Poyet, mencoba menjelaskan situasi yang dialami kompatriotnya itu. Ia menekankan bahwa Nunez bukan tanpa alasan menghadapi kesulitan saat ini. “Darwin sangat tidak beruntung. Ia memutuskan pindah ke Arab Saudi, lalu klub mendatangkan Benzema. Ia dikeluarkan dari skuad liga domestik, sehingga hanya bisa bermain di Liga Champions Asia,” ujar Poyet.


🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!

Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.


Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026

Poyet menambahkan bahwa kemampuan pemain untuk menjaga kondisi dan berlatih selama waktu tanpa bermain akan menentukan performanya di tim nasional. “Kadang pemain yang tidak bermain di klub justru ingin menunjukkan kualitasnya di timnas,” katanya.

Baca Juga: Mimpi Jadi Nyata bagi Diego Aguado di Santiago Bernabeu

Kritik Pedas Simon Jordan Terhadap Pilihan Nunez

Darwin Nunez Dibekukan di Arab Saudi dan Mendapat Kritikan Pedas

Meski mendapat dukungan dari Poyet, ada pihak lain yang menilai keputusan Nunez wajar dikritik. Simon Jordan, mantan pemilik klub dan kolumnis Talksport, menilai pilihan Nunez membawa risiko yang seharusnya ia pertimbangkan.

“Saya bersimpati sedikit, tapi seorang pemain 26 tahun memilih liga dengan kualitas lebih rendah demi uang besar. Itu konsekuensi yang pantas diterima,” ujar Jordan dengan nada sinis.

Jordan menekankan bahwa Nunez menukar peluang bermain di salah satu klub terbesar di dunia dengan bayaran tinggi di Arab Saudi. Menurutnya, ini bukan keputusan yang biasa untuk pemain di usia produktif seperti Nunez, melainkan langkah yang penuh risiko karier.

Pilihan Berisiko dan Masa Depan Nunez

Karier Nunez di Liverpool sempat naik-turun. Ia mencetak 15 gol di musim pertamanya, meningkat menjadi 18 gol dan 15 assist di musim berikutnya, namun performa menurun drastis pada musim 2024/2025 dengan hanya tujuh gol.

Kini di Al Hilal, Nunez hanya bisa bermain di Liga Champions Asia dan final Piala Raja hingga akhir musim. Poyet menekankan bahwa keputusan pindah ke Arab Saudi adalah sangat pribadi. “Sulit menilai tanpa berada di posisinya. Itu keputusan besar, dan bersifat personal,” kata Poyet. Jordan menambahkan, meski menerima gaji sekitar 400 ribu paun per pekan, risiko karier tetap tinggi.

Ia menekankan bahwa pilihan Nunez bisa dipahami untuk pemain berusia 30 tahun seperti Ivan Toney, tapi bagi pemain di usia 26 tahun dan berada di klub besar seperti Liverpool, konsekuensinya jelas. Ikuti terus perkembangan informasi sepak bola menarik yang kami suguhkan dengan akurasi dan detail penjelasan lengkap di footbaltalentspotter.com.